PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
A. PENDAHULUAN
Akuntansi berasal dari kata accounting, yang merupakan ilmu menghitung serta mencatat transaksi yang ada hubungannya dengan keuangan perusahaan. Akuntansi memang penting dilakukan sebagai metode pencatatan transaksi keuangan perusahaan agar nantinya tidak ada penyalahgunaan dana yang dianggarkan.
Begitu pentingnya akuntansi sehingga subjek ini dijadikan mata pembelajaran di sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, hingga perguruan tinggi sekalipun. Hal ini dikarenakan ada banyak materi tentang akuntansi yang harus dipelajari agar nantinya bisa mempraktekkan ilmunya dengan benar.
Salah satu materi akuntansi yang penting untuk dipelajari adalah persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar ini bisa memberikan gambaran besar tentang kekayaan perusahaan, hutang, dan modal perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Selain itu, persamaan dasar akuntansi juga digunakan untuk melakukan pembukuan sederhana perusahaan.
B. DEFINISI DAN PRINSIP PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Persamaan dasar akuntansi adalah perhitungan yang nantinya bisa memproyeksikan kekayaan, hutang, serta modal yang dimiliki perusahaan tersebut. Seperti yang kita ketahui, prinsip umum akuntansi yang kita ketahui adalah adanya keseimbangan (balance) antara sisi pemasukan dengan pengeluaran atau adanya keseimbangan antara harta/liabilitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan kewajiban.
Adanya keseimbangan angka antara kedua bagian tersebut tentu saja harus dianalisis lebih dalam dengan persamaan dasar akuntansi. Nantinya persamaan dasar akuntansi tersebut digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan mengelola keuangan perusahaan.
Persamaan Dasar Akuntansi sering juga disebut sebagai PDA, dan merupakan suatu konsep dasar yang harus dikenal oleh para ahli ekonomi atau calon akuntan. Semua perusahaan pasti memiliki harta / aset (yang dikenal juga sebagai sarana melancarkan liabilitas), serta kewajiban (beban yang harus dibayar).
Prinsip persamaan dasar akuntansi secara matematis menghubungkan antara harta perusahaan dengan hutang serta modal. Bagian harta atau aset perusahaan termasuk dalam bagian Aktiva, sedangkan hutang dan modal masuk dalam bagian Pasiva.
Persamaan dasar akuntansi tentu saja dibuat perhitungannya bukan tanpa alasan. Tentu saja ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh oleh pihak akuntan ataupun perusahaan dari tabel persamaan dasar akuntansi ini.
Berikut berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari tabel persamaan dasar akuntansi :
1. Dapat Digunakan Sebagai Sumber Catatan
Sumber catatan ini nantinya bisa mempermudah proses pencatatan transaksi keuangan. Persamaan dasar akuntansi memuat informasi mendasar terkait transaksi keuangan yang masuk maupun keluar dari rekening perusahaan sehingga nantinya memudahkan proses pembuatan laporan keuangan.
2. Acuan Dalam Pemeriksaan Saldo
Sebagai sarana untuk memeriksa besarnya saldo yang masuk maupun keluar dari rekening perusahaan. Berbeda dengan laporan keuangan yang menyediakan laporan terperinci, persamaan dasar akuntansi menyediakan transaksi keuangan secara garis besar.
3. Alat Untuk Mengoreksi Ketepatan Saldo
Manfaat berikutnya adalah sebagai sarana koreksi ketepatan antara saldo pada sisi aktiva maupun sisi pasiva. Perhitungan saldo pada kedua belah pihak tabel persamaan dasar akuntansi nantinya menyisakan angka yang seimbang jika semua transaksi telah dilaporkan dengan sebaik mungkin.
C. KOMPONEN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Untuk memahaminya lebih lanjut, mari kita lihat setiap komponen contoh persamaan dasar dasar akuntansi yaitu terbagi atas:
1. Aset
Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan untuk digunakan manfaatnya di masa depan. Aset atau aktiva adalah hal-hal yang mendatangkan manfaat bagi perusahaan. contohnya seperti bangunan gedung, kendaraan, tanah, uang kas yang tunai maupun cek kontan. Bagian aktiva nantinya akan bertambah jika aset perusahaan bertambah, dan berkurang jika sebaliknya. Ada nilai penyusutan pada aset yang berupa barang, contohnya peralatan mesin yang pasti akan mengalami kerusakan pada suatu waktu. Selain itu mesin tersebut juga akan mengalami penurunan nilai atau dikenal dengan istilah depresiasi. Beberapa aset bersifat tangible seperti kas dan ada juga yang bersifat intangible bersifat atau tidak berwujud seperti goodwill atau hak cipta. Berikut beberapa contoh akun aset:
a) Aset Lancar
Disebut aset atau aktiva lancar, sebab kekayaan yang termasuk harta lancar memiliki likuiditas tinggi atau gampangnya ‘mudah dicairkan’. Maksudnya, harta lancar dapat dengan cepat dikonversikan ke dalam mata uang (dicairkan) dalam waktu kurang dari setahun. Jenis transaksi yang termasuk ke dalam harta lancar adalah kekayaan yang berupa kas, piutang, wesel, perlengkapan, surat berharga, serta transaksi yang telah dibayar di muka (paid in advance).
b) Aset Tetap
Berkebalikan dengan aktiva lancar yang dapat dicairkan dalam waktu kurang dari setahun, aktiva tetap justru merujuk pada kekayaan yang digunakan dalam waktu lebih dari setahun. Biasanya berupa segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seperti mesin produksi, kendaraan operasional, maupun tanah atau bangunan. Karena berupa aset yang dapat dipakai lebih dari setahun, aset-aset ini (kecuali tanah) mempunyai ‘umur’. ‘Umur’ aset dapat mengalami penurunan (depresiasi). Misalnya, mobil dinas atau alat produksi yang dimiliki perusahaan akan menjadi rusak atau usang setelah digunakan selama beberapa tahun sehingga aset berupa mobil ini sudah tidak dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomis lagi untuk perusahaan. Nah, keadaan itulah yang dapat disebut sebagai depresiasi aset.
c) Aset Tidak Berwujud
Aset tak berwujud tidak memiliki subtansi fisik seperti halnya peralatan maupun kekayaan, namun menjadi salah satu aset jangka panjang yang penting bagi suatu organisasi atau perusahaan. Aset tak berwujud memiliki kriterianya sendiri. Kriteria aset tak berwujud Aset tak berwujud seperti namanya tidak memiliki substansi fisik atau tidak memiliki wujud fisik. Namun aset tersebut tetap dapat memberikan laba atau keuntungan bagi perusahaan.Contonya adalah Goodwill, Hak Cipta, Paten.
2. Kewajiban atau Liabilitas
Komponen persamaan dasar akuntansi kedua adalah kewajiban atau biasa disebut dengan istilah liabilitas, yaitu sejumlah dana yang perusahaan pinjam dari pihak lain (kreditur) dan harus dilunasi sesuai waktu yang sudah disepakati. Bentuk kewajiban yang umum adalah utang. Hutang merupakan kebalikan dari piutang, dan ini harus dicatat pada laporan keuangan. Ketika sebuah perusahaan membeli barang atau jasa dari perusahaan lain secara kredit, utang dicatat untuk menunjukkan bahwa perusahaan berjanji untuk membayar di kemudian hari. Berikut beberapa contoh dari akun kewajiban yang paling umum. Utang Jangka Pendek: Utang Dagang, Utang Bank, Utang Gaji, Utang Pajak. Utang Jangka Panjang: Utang Obligasi
3. Ekuitas atau modal
Ekuitas adalah bagian dari aset perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham atau pihak ketiga, dan masuk ke dalam rumus persamaan dasar akuntansi. Pemilik dapat meningkatkan bagian kepemilikan mereka dengan menginvestasikan dana kepada perusahaan atau mengurangi ekuitas dengan menarik dana perusahaan (prive). Demikian pula, pendapatan meningkatkan sisi ekuitas sementara biaya-biaya menurunkan ekuitas. Beberapa akun ekuitas umum seperti: Modal Pemilik, Penarikan Pemilik (prive). Laba Ditahan, Saham Biasa, Modal Disetor. Biasanya akun ekuitas merupakan bagian dari aset yang dipegang oleh third party (pihak ketiga), seperti pemilik saham atau stakeholders dimana kepemilikan tersebut bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan kondisi real-nya.
D. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI SYARIAH
Pada umumnya persamaan dasar akuntansi memiliki rumus:
Aktiva = Liabilitas + Ekuitas
Dimana:
- Aktiva adalah harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber ekonomi.
Contoh : kas, piutang, gedung, dan lan-lain
- Liabilitas adalah kewajiban yang menjadi beban perusahaan. Contoh : utang atas pembelian kredit, utang kepada pemasok
- Ekuitas adalah = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan.
Contoh : setoran modal oleh pemilik
Berikut analisis transaksi yang dapat mempengaruhi aktiva, liabilitas dan ekuitas.
1) Transaksi yang mempengaruhi Aktiva
a. Pembelian aktiva secara tunai
Contoh = suatu perusahaan produsen makanan membeli sebuah kendaraan dengan harga Rp300.000.000,- secara tunai.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan berkurang sebesar Rp300.000.000,- dan kendaraan bertambah senilai Rp300.000.000,-
b. Pembelian aktiva secara kredit
Contoh = suatu perusahaan jasa percetakan membeli mesin cetak seharga Rp70.000.000, secara kredit.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu peralatan bertambah senilai Rp70.000.000,- dan liabilitas bertambah senilai Rp70.000.000,-.
c. Penjualan aktiva secara tunai
Contoh = suatu perusahaan makanan menjual kendaraannya seharga Rp150.000.000,- secara tunai.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan bertambah sebesar Rp150.000.000,- dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp150.000.000,-.
d. Penjualan aktiva secara kredit
Contoh = suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga Rp200.000.000,- secara kredit.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kendaraan berkurang senilai Rp200.000.000,- dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp200.000.000,-
2) Transaksi yang memperngaruhi Liabilitas
a) Pembelian aktiva secara kredit
Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit seharga Rp250.000.000,-
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi liabilitas yaitu utang perusahaan bertambah sebesar Rp250.000.000,- dan peralatan bertambah sebesar Rp250.000.000,-.
b) Pembayaran utang
Contoh = suatu perusahaan membayar utang sebesar Rp10.000.000,-
Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi liabilitas yaitu Utang perusahaan berkurang sebesar Rp10.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp10.000.000,-.
3) Transaksi yang memperngaruhi Ekuitas
a. Penambahan investasi pemilik
Contoh = Tuan Ahmad melakukan penyetoran uang sebesar Rp100.000.000,- ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi ekuitas yaitu modal perusahaan bertambah sebesar Rp100.000.000,- dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp100.000.000,-.
b. Pengurangan investasi pemilik
Contoh = Tuan Anwar melakukan penarikan uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp20.000.000,-
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi ekuitas yaitu modal perusahaan berkurang sebesar Rp20.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp20.000.000,-.
E. AKUN
Akun atau perkiraan adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari setiap unsur-unsur laporan keuangan. Bentuk akun atau perkiraan yang paling sederhana adalah akun atau perkiraan bentuk “T”, di mana sisi kiri adalah debet dan sisi kanan adalah kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan biaya dan pendapatan. Bentuk perkiraan “T”. Aturan Pencatatan yaitu ada 2 (Dua) Pendebetan dan Pengkreditan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar