Kamis, 10 Maret 2022

KEUANGAN SYARIAH

 

KEUANGAN SYARIAH

 

Basic keuangan menjadi tolak ukur atas bisnis yang kita jalankan. Bentuk dari pelaporan yang kita jalankan sangat berbanding dengan segala aktifitas bisnis. Ekosistem keuangan syariah semakin hari semakin berkembang di berbagai aspek dan jenis bisnis yang dijalankan instansi dan lembaga-lembaga keuangan yang berbasis syariah.

Keberadaan system keuangan syariah akan mampu memberikan atmosfer baru bagi Indonesia Indonesia. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah baik yang besar dan mikro. Di Indonesia sendiri Akuntansi sudah mulai dijalankan sejak Bank Muamalah 2008 di operasionalkan. Dan kini semakin banyak yang menerapkan.

 

A.   KEUANGAN DAN AKUNTANSI SYARIAH

Keuangan dan akuntansi syariah menjadi model pengembangan yang komprehensif dalam ekonomi dan bisnis syariah dewasa ini. Indonesia yang mayoritas pendudukknya adalah agama Islam maka pemerintah berusaha menguatkan dan membangun kelembagaan keuangan syariah dengan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip syariah.

Akuntansi syariah adalah bentuk penyajian laporan keuangan dimana akun-akun yang disediakan sangat berkaitan dengan kebutuhan dalam lingkup syariah yang didasarkan pada aturan (PSAK Syariah) demi memenuhi para pengguna dan para informan yang membutuhkan laporan keuangan tersebut.

Akuntansi syariah adalah penyajian laporan keuangan dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadist dengan lingkup syariah yang memenuhi entitas-entitas yang peroperasional dengan produk syariah dengan mengikuti ketetapan PSAK syariah.

B.   UNSUR-UNSUR KUALITAS DAN KONTINUITAS BISNIS

Dalam memenuhi kebutuhan organisasi dan dunia bisnis, maka kita dituntut menjadikan suatu laoran yang berkualitas dan harus kontinuitas tinggi. Dan unsur kualitas dan kontinuitas bisnis itu adalah:

1. Soliditas

Adalah sebuah kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap bisnis. Soliditas terbagi menjadi tiga (3) yaitu moral, finansial, dan komersial

2. Likuiditas

Adalah kemampuan yang dimiliki untuk melakukan pengeluaran dengan penyediaan alat-alat lancer tepat pada waktunya. Tingkat likuiditas terbagi menjadi tiga (3) yaitu likuiditas bisnis, perusahaan, dan aktiva.

3. Solvabilitas

Adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mendapat membayar semua utang bilamana perusahaan akan dibubarkan.

4.  Credietwaardigheid

Adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh kredit karena dipercaya oleh pihak yang bersedia memberikan pinjaman.

5. Rentabilitas

Adalah perbandingan antara hasil dan modal mendatangkan hasil tersebut. Bilamana efesiensi di tinggikan maka produktivitas akan tinggi pula. Dengan demikian BCR ( Benefit Cost Ratio) yaitu perbandingan antara keuntungan dengan biaya akan tinggi atau lebih besar dari satu.

C.   MANAJEMEN PEMBIAYAAN

Pembiayaan harus memenuhi beberaa aspek:

1.  Aspek syariah

Yaitu setiap realisasi harus tetap berpedoman pada syariat Islam (menghindari ghoror, maisir,riba, dan hal-hal lain yang diharamkan agama)

2.  Aspek ekonomi

Yaitu setiap realisasi harus memperhatikan kemaslahatan (keuntungan) baik bagi perusahaan maupun bagi para investor.

Veithzal Rivai dkk.,(2008) pembiayaan harus memenuhi 6 syarat:

1)   Character

Adalah keadaan fisik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha.

2)   Capacity

Adalah kemampuan peminjam dalam mengalokasikan dananya.

3)   Capital

Adalah jumlah dana yang ingin dimiliki atas pembiayaan yang diajukan.

4)   Collateral

Adalah bentuk barang jaminan (agunan) yang diberikan lembaga keuangan dari pelaku pembiayaan.

5)   Condition od economic

Adalah kondisi dari usaha atau prospek usaha apakah baik atau tidak.

6)   Contraints

Adalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu.

D.  MANAJEMEN KREDIT

Kata kredit berasal dari Bahasa latin “credere” yang artinya kepercayaan atau “credo” artinya percaya. Kredit dan kepercayaan (trust) adalah ibarat sekeping mata uang logam yang tidak dipisahkan. Karena tidak mungkin adanya pembiayaan kalua tidak ada unsur kepercayaan antara yang meminjam dan yang meminjami.

Jenis-jenis kredit:

1.  Kredit konsumtif (Consumptive Credit)

Adalah kredit yang diajukan oleh debitur kepada kreditur untuk memenuhi kebutuhan priadinya. Contoh: mobil

2.  Kredit Produktif (Productive Credit)

Adalah kredit yang pada umumnya diajukan oleh mereka yang bergerak dalam dunia usaha atau bisnis.

Kredit produktif terbagi menjadi 2 jenis : (1) kredit investasi dan (2) kredit modal kerja.

3.  Kredit Perdagangan (Trade Credit)

Adalah kredit yang diajukan untuk mendanai suatu usaha perdagangan.

Kredit perdagangan ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu (1) kredit perdagangan dalam negeri dan (2) kredit perdagangan luar negeri.

E.   MANAJEMEN RESIKO

Manajemen resiko adalah bentuk manajemen yang digunakan untuk mengontrol kemungkinan atau potensi kerugian yang berasal dari kondisi natural maupun perilaku spekulatif (Syaiful Azhar bin Rosly, 2005).

Resiko juga identic dengan ketidakpastian. Ketidakpastian dapat dibagi menjadi 2 (dua) bentuk:

1.   General uncertainty (ketidakpastian yang bersifat umum)

Yaitu sebuah ketidakpastian yang tidak dapat diperkirakan untuk menentukan proyeksi hasil yang di inginkan.

2.   Specific uncertainty (ketidakpastian yang bersifat khusus)

Yaitu bentuk ketidakpastian yang lebih bersifat objektif dimana proyeksi dan potensi hasil yang di inginkan data diperkirakan ( Gerhad Schroek,2002).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGUATKAN KOMUNITAS FILANTROPI ISLAM BERBASIS MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG KESADARAN BERDERMA

  MENGUATKAN KOMUNITAS FILANTROPI ISLAM BERBASIS MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG KESADARAN BERDERMA     1.        PENGERTIAN KOMUNITAS FI...